Remembrance of Al-Quds

Hilal Asyaraf, Surat dari Palestina ; 




Tidak cukupkah penderitaan kami ? Sampai bilakah kalian mahu tidur dan memekakkan diri ? Hari kalian akan tiba kalau kalian masih tidak berbuat sesuatu. Ketika itu baru kalian akan merasa adakah seronok digelar pengganas di bumi sendiri.


Andai saja Masjid Al Aqsa itu boleh bersuara, aku yakin yang ia akan menjerit memarahi kalian yang sedang duduk menggoyang kaki, membiarkan aku dan seluruh penduduk Palestine ini menderita.
Andai saja dinding-dinding rumah yang ada di Palestine ini boleh bersuara, pasti ia akan melaknat kalian yang tidak menggendahkan keadaan kami di sini.
Andai saja batu-batu kecil yang dibaling oleh anak-anak kecil itu boleh bersuara, ia pasti akan berteriak menghina kebaculan kalian pada hari ini.




Tidakkah kalian tahu bahawa bayi-bayi kami, anak-anak kami, isteri-isteri kami, ayah dan ibu kami, pejuang-pejuang kami yang telah gugur, semuanya akan bangkit pada hari akhirat ? Hari yang Allah telah janjikan untuk kita bersama-sama berkumpul di Padang Mahsyar. Mereka akan mempersoalkan kalian di hadapan Allah atas perkara yang kalian lakukan kepada kami hari ini. Aku tahu perkara yang akan mereka katakan nanti.

''Ya Allah, mereka saudara kami, tetapi mereka telah membiarkan kami''

Adakah kalian fikir Allah akan melepaskan kalian ?
Pada hari itu kami akan bangkit dengan darah berlumuran sebagai bukti perjuangan dan penderitaan kami.
Darah kami akan berbau harum seperti kasturi, kerana kami syahid dalam mempertahankan deen yang Allah redhai.


Kenapa kalian mesti takut dengan segala sekatan Israel dan kuncunya ? Amerika ? Adakah mereka memegang nyawa kalian ? Adakah mereka memegang harta kalian ?




Wahai saudaraku, hilangkanlah cinta dunia dan takut mati kalian. Allah jualah yang memegang nyawa kalian. Allah jualah yang menjaga kalian. Allah jualah yang berkuasa atas kalian. Bukankan Allah sering ulang dalam Al-Quran

''Sesengguhnya Allah itu berkuasa atas segala perkara''

Aku ulangi, hidup kita hanya sementara. Hanya sementara. Kenapa kalian sia-siakan akhirat yang abadi untuk dunia sementara ini. Apa yang kalian takutkan ?


Jangan kalian hanya menjadi buih, dijentik terus pecah. Rasulluah telah mengetahui akan datangnya zaman ini. Sabdanya ;

''Kelak umatumat lain akan mengerumini kalian seperti orang-orang lapar mengerumini hidangan'' 
Sahabat-sahabat bertanya, ''Apakah ketika itu bilangan kami sedikat ya Rasulluah ?''
Rasulluah mejawab, ''Tidak, bahkan kamu ramai tetapi kamu seperti buih di lautan. Kmau telah diserang penyakit wahn.''
Sahabat bertanya lagi, ''Apakah itu wahn, ya Rasulluah ?''
''Cinta dunia dan takut mati''

Aku dengar kalian mempunyai ramai tentera dan senjata yang hebat. Andainya seluruh negara Islam bersatu, Amerika bukan lagi menjadi tandingan. Hendak menentang Hizbullah pun mereka tidak mampu, apalagi untuk menentang kesatuan kalian. Kenapa kalian takut ? Jelas ketakutan yang ada dalam diri kalian adalah tanda keimanan kalian belum lagi benar kepada Allah.
Marilah membantu kami. Bukankah dalam Al-Quran yang kita sama-sama baca ada tertulis ;

''Dan sekiranya mereka meminta pertolongan kalian (ketika mereka diserang) kerana Islam, kalian mestilah sudi menolong mereka''



Kereta kebal mereka telah hampir. Aku mesti bersiap sekarang.
Kalian tahu, andai kami mati, kami akan masuk syurga. Kalian yang hidup akan ke mana ? Kalian akan dipersoalkan atas perkara yang berlaku pada kami hari ini. Allah bersama-sama kami dan tidak bersama musuh-musuh kami.


Mati kami, mati mulia. Menang mereka, menang hina ! 
Kami yang menang sebenarnya !




Allah itu matlamat kami,
Rasul itu contoh ikutan dan pemimpin kami,
Al-Quran itu perlembagaan kami,
Jihad itu adalah jalan kami,
dan mati di jalan Allah itu, adalah cita-cita tertinggi kami. 





notahati : sertakan mereka dalam doa kita :)

Comments

Sweet ;) said…
Let us pray for PALESTIN :)
InshaALLAH they'll free one day.
Ameen..
I had goosebumps reading this :')
keep up the good work lillah <3

Popular posts from this blog

Say it all

She

Letters