Gempa

Dibawah bintang berkelip, Aifa menangis esak.
Diam yang panjang dan dada yang berombak rupanya hanya penahan segala rasa. Dari tadi mukanya ke bumi dalam gelap yang sunyi. Lama dibiarkan soalan itu tanpa dibalas.



Lelah. 



Didalam dadanya, ada lelohong besar dan bernanah. Disimpan lama sejak waktu itu. Tak pernah sekali dimuntahkan laharnya, tak pernah sekali dia meminta simpati manusia.                                        


Tapi entah apa yang datang, tiba tiba harini gempa memuntahkan semua, semua yang tersimpan dibalik senyum, ditengah kuat kudrat dan badan yang kecil, hari ini, laharnya membahangkan, tapi dengan cara yang paling halus dan mematikan; tangisan.



Comments

Popular posts from this blog

Say it all

She

Late night thought